Teks Kritik dan Essai-Baby Aulia Putri

 

Nama              : Baby Aulia Putri Kurniawan

Kelas               : XII IPA 8

No absen         : 04                 


Teks kritik sastra




Judul : Surat Kecil Untuk Tuhan

Penulis : Agnes Danovar

Penerbit : Inandra Published

Jumlah Halaman : 232 Halaman

            Novel surat kecil untuk tuhan merupakan novel karangan Agnes Davonar. Novel ini juga diangkat dari kisah nyata seorang gadis bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang merupakan mantan penyanyi cilik di era 1998. Dalam cerita novel ini tokoh utama yang bernama Keke atau Gita dinyatakan mengidap penyakit kanker ganas yang dimana penyakit kanker ini merupakan kasus pertama di Indonesia,hal ini menyebabkan perdebatan besar di kalangan kedokteran, dimana penyakit kanker yang diidap oleh Keke seharusnya hanya menyerang orang tua saja, bukan pada anak berusia remaja.

Lalu untuk menyembuhkan penyakitnya, Keke melakukan kemotrapi beberapa kali,akhirnya penyakit Keke telah sembuh dan ditambah lagi, soal keberhasilan dokter indonesia yang sukses menyembuhkan kanker tersebut adalah sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua dokter-dokter di belahan dunia bingung dan bertanya-tanya.

Kisah berlanjut setelah beberapa tahun dari kesembuhannya,kanker itu kembali lagi dan menyerang wajah bagian kanan keke. Akan tetapi,kali ini kanker itu kebal akan bahan kimia lambat laun kondisi Keke mulai memburuk karena penyakitnya itu. Keke sempat mengalami koma selama 3 hari. Akhirnya pada tanggal 25 Desember Keke dinyatakan telah meninggal dunia tepat pada saat ia bersama keluarga dan teman – temannya selesai menjalankan ibadah puasa dan idul fitri.

Kekuatan novel ini terdapat dalam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai ini adalah nilai-nilai yang lebih mengarah kepada ajaran-ajaran keagamaan/ketuhanan. Nilai religius ini sendiri akan memberikan dampak kepada pembaca untuk melakukan refleksi diri terhadap dirinnya dan ajaran-ajaran sabda tuhan. Selain itu,banyak sekali hikmah dan amanat tentang pelajaran hidup yang bisa kita petik dari novel ini. Seperti jangan patah semangat syukuri apa yang kamu miliki belum tentu yang kamu miliki orang lain memiliki.

Jika kita sebagai pembaca menghayati setiap adegan yang digambarkan,kita pasti akan terhanyut dan tersentuh dengan cerita perjuangan Keke. Novel ini juga melampirkan beberapa foto perjuangan Keke dalam melawan kanker ganas hingga foto beberapa sahabat-sahabat Keke di pemakaman Keke.

Dibalik dari cerita novel ini pastinya ada kekurangan. Menurut saya, Kata-kata yang ditulis sang penulis terkadang membuat pembaca berimajinasi lain dalam menafsirkan kata-kata. Kekurangan lainnya adalah penggambaran dari akhir cerita dimana sang tokoh utama meninggal. Tentu saja hal ini tidak sesuai mayoritas pembaca yang mengharapkan akhir yang bahagia.




Nama              : Baby Aulia Putri Kurniawan

Kelas               : XII IPA 8

No Absen        : 04


Teks essai

Kekerasan Dalam Mendidik Anak

Seperti yang kita ketahui anak merupakan titipan yang berharga dari Tuhan Yang Maha Esa. Anak merupakan anugrah yang harus dijaga hingga ia tumbuh dewasa. Tentu saja dalam hal ini orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak menjadi karakter yang baik .

Kelahiran seorang anak merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh orang tua. Orang tua bekerja banting tulang demi kebahagiaan anaknya. Ketika anak sakit, orang tua begitu terpukul dan berusaha merawatnya hingga sembuh. Dalam keluarga bukan hanya kasih sayang saja yang di dapatkan oleh seorang anak.,seorang anak akan mendapatkan banyak sekali pelajaran untuk kehidupannya. Keluarga merupakan pendidikan pertama bagi seorang anak,anak akan diajarkan dan dikenali begitu banyak hal oleh orang terdektanya terutama orang tuanya. Oleh sebab itu, sebagai anggota keluarga kita harus mencerminkan  nilai-nilai positif kepada sesama terutama kepada anak.

Anak-anak mudah sekali meniru perilaku orang disekitarnya. Maka pengaruh orang tua begitu besar bagi tumbuh kembangnya. Lalu bagaimana jika pendidikan yang diterima seorang anak dari orang tuanya di rumah menjadi sebuah tempat yang mengerikan? Sering sekali kita mendengar perlakuan kekerasan terhadap anak yang ternyata pelakunya adalah anggota keluarganya sendiri. Kekerasan yang diberi bukan hanya kekerasan fisik melainkan kekerasana seksual bahkan adanya kasus eksploitasi terhadap anak.

Menurut data yang saya peroleh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat 14.517 kasus kekerasan anak yang terjadi sepanjang  tahun 2021. Pelaku Kasus kekerasan pada umumnya merupakan orang tua dan pengasuh. Dengan begitu banyaknya peristiwa yang tercatat kekerasan pada anak,lalu bagaimanakah nasib seorang anak itu nanti? Bukankah hal itu sangat berpengaruh terhadap psikologis mereka? Anak cenderung menjadi pemalu,tidak mau bersosialisasi bahkan ada yang berniat untuk bunuh diri.

Lalu bagaimanakah dengan memarahi anak hingga berlebihan merupakan suatu tindakan kekerasan? Menurut saya iya. Seorang anak kerap melakukan kesalahan yang membuat orang tua menjadi marah. Namun, orang tua yang marah dengan emosional yang meluap-luap sering kali melakukan tindakan fisik dan mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya. Jika anak masih berusia dini hal ini menjadi dampak negatif terhadap perkembangan psikologisnya.

Mendidik dan menjaga anak merupakan kewajiban yang harus dilakukan orang tua,apalagi seorang anak bisa menjadi sumber pahala bagi orang tua. Banyak sekali harapan-harapan yang ingin digapai oleh seorang anak di masa depan. Di masa mendatang nanti kita akan menjadi orang tua yang akan memiliki anak, tak ada salahnya jika kita belajar untuk menjaga mereka dari tangan-tangan orang yang tak bertanggung jawab. Dan kita harus menghindari pemberian pelajaran kedisiplinan kepada anak dengan cara – cara yang kasar dan tidak benar.

Komentar